Make your own free website on Tripod.com

Mengenal Cat Melamik

Cat melamik sudah sangat dikenal dikalangan pembuat mebel. Saking terkenalnya, maka tukang finishingnyapun disebut pula tukang melamik. Cat melamik disukai karena performanya disukai pasar lokal tetapi dengan biaya yang sangat bersaing.

Setelah kering cat melamik akan membentuk lapisan cat yang halus, rata, keras, tahan gores, tahan bahan kimia rumah tangga dan mampu mencapai tingkat kilap yang tinggi. Cat melamik termasuk cat type non-pigmented sehingga tidak menutup serat kayu.

Cat melamik dibuat dari bahan dasar resin amino dan alkyd. Kedua jenis resin ini hanya akan bereaksi dalam suasana asam, karenanya perlu ditambahkan suatu katalis yang bersifat asam. Adanya penambahan katalis ini menyebabkan cat melamik termasuk golongan cat 2 (dua) komponen. Jadi jika kita membeli cat melamik, maka kita sudah mendapatkan 1 (satu) set cat melamik yang terdiri dari komponen A, yaitu cat dan komponen B sebagai katalisnya, atau yang biasa disebut tukang sebagai obat. Sebelum digunakan, komponen A dan B ini dicampurkan terlebih dahulu dengan perbandingan campuran sesuai anjuran dari pabrik pembuatnya. Aduk hingga rata, kemudian tambahkan thinner yang tepat secukupnya. Aduk kembali hingga rata dan cat melamik siap digunakan.

Cat melamik terdiri dari dua jenis, yaitu cat melamik sanding sealer sebagai cat dasar dan cat melamik clear dof atau clear matt atau clear gloss sebagai cat akhirnya.

Di Indonesia, penggunaan cat melamik masih terus berkembang. Padahal di negara-negara maju, penggunaan cat melamik sudah mulai dibatasi dan bahkan dilarang, mengapa ?

Setelah komponen A dan komponen B dicampurkan, maka campuran cat melamik tersebut akan mengeluarkan suatu mengeluarkan gas (emisi) formaldehyde. Emisi ini berbau pedas dan pedih di mata. Setelah cat melamik keringpun masih mengeluarkan emisi formaldehyde untuk beberapa lama. Hal inilah yang menyebabkan pengunaan cat melamik dibatasi dan bahkan dilarang dinegara-negara maju karena dianggap mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan manusia.

Mungkinkan cat melamik bebas formalin ?!

Formalin adalah suatu larutan formaldehyde dalam air (aquaeous solution) yang biasanya digunakan sebagai pembunuh bakteri (desinfectan/bactericide) atau sebagai auxilliary agent dalam industri tekstil dan kayu olahan. Jadi formalin ini tidak pernah digunakan dalam industri resin sebagai bahan baku utama dari cat.

Formaldehyde adalah suatu gas yang tidak berwarna tetapi berbau pedas dan menyebabkan pedih di mata. Menghilangkan sama sekali formaldehyde dalam cat melamik adalah suatu hal yang tidak mungkin. Bagaikan rokok dengan nikotinnya, maka formaldehyde hanya mungkin dikurangi dengan rekayasa engineering dan formulasi sehingga tidak berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan manusia.

Dapatkah cat melamik digunakan untuk eksterior ?

Kayu yang terpengaruh cuaca selalu bergerak mengembang dan menyusut sesuai dengan perubahan kadar air di dalam kayu. Lapisan cat melamik bersifat keras sehingga tidak fleksibel. Hal ini akan menyebabkan lapisan cat melamik menajdi mudah rusak pada saat kayu bergerak mengembang dan menyusut. Disamping itu lapisan cat melamik juga akan menghalangi difusi air dari dalam kayu keluar sehingga uap air tersebut terjebak diantara kayu dan lapisan cat melamik. Indikasi ini dapat kita lihat sebagai flek putih di bawah lapisan cat melamik. Lama kelamaan uap air yang terjebak ini akan memperlemah daya lekat (adhesi) lapisan cat melamik terhadap kayu sehingga akan mudah terkelupas.

Kerusakan kayu akan cepat terjadi karena lapisan cat melamik tidak mengandung pigment yang dapat mem-blok sinar UV agar tidak merusak permukaan kayu. Dengan demikian, cat melamik sebenarnya tidak tepat digunakan untuk eksterior.